NabiSulaiman AS menggantikan tahta Nabi Daud AS dan memerintah seluruh dunia dari tanah Palestina. Kisahnya yang popular dengan wadi an-naml (lembah semut) ketika seekor semut berkata, "Wahai semut-semut, masuklah ke dalam sarang kalian agar kalian tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedang mereka tidak mengetahui.
Terlebihlagi, akar dari doa ini adalah bahasa Palestina, yang dikenal luas di luar sumber aslinya dan mungkin sebelum surat-surat Paulus.[7] Bauckham menulis tentang "asalnya yang sangat awal."[8] Paulus menerapkan nama ilahi (YHWH) pada Kristus melalui kurios "tanpa penjelasan atau pembenaran, yang menunjukkan bahwa pembacanya sudah akrab
SABDA Versi 4.0 disediakan untuk menolong masyarakat Kristen Indonesia mempelajari Alkitab dengan lebih dalam, mudah, dan menyenangkan! SABDA© Versi 4.0 berisi program software Alkitab, yang dikembangkan dari program Online Bible, yang dilengkapi dengan "Perpustakaan Elektronik", yang berisi berbagai bahan biblika dan bahan-bahan kekristenan
Allahberfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu"." (QS Ali Imran 81) Dengan demikian, umat Muslim harus mengusir Yahudi dari tanah Palestina, seperti ketika Allah SWT memerintahkan para pengikut Nabi Musa yang beriman kepada-Nya untuk mengusir mereka yang tidak beriman kepada Allah SWT.
. Jakarta - Palestina, negeri nan suci dimana di dalamnya Masjidil Aqsa gagah berdiri. Negara yang telah lama terlibat konflik dengan Israel ini merupakan salah satu negara paling bersejarah bagi umat Islam. Perjalanan Rasulullah menerima wahyu sholat erat kaitannya dengan Masjidil Aqsa. Allah telah menyebutkan Palestina di dalam Al-Qur’an, begitupun di dalam hadis. Baby Ameena Putri Aurel Hermansyah Jatuh Sakit Saat Umrah, Atta Halilintar Ungkap Kesedihan Formasi Rakaat Sholat Tarawih 8 Rakaat Muhammadiyah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1? Tentukan Awal Ramadhan 1444 H, Ini 124 Lokasi Rukyatul Hilal di Seluruh Indonesia Keberadaan negara Palestina sebagai negara yang diberkahi telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an. Pada zaman Rasulullah Palestina disebut sebagai negeri Syam, menjadi salah satu tempat terbaik untuk umat Islam. Negara ini juga disebut sebagai negeri yang diberkahi, karena disinilah Allah menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Firaun setelah menyeberangi Laut Merah, dan saat ia menerima wahyu dari Allah SWT. Beberapa hadis yang disampaikan oleh Rasulullah SAW menggambarkan tentang Palestina di akhir zaman, dan jadi tempat terbaik. Meskipun gempuran dan serangan sampai saat ini terus dilakukan zionis Israel, ada jaminan bahwa akan ada pejuang yang membela Palestina. Saksikan Video Pilihan iniLibatkan Barongsai, Banser Cilacap Tolak Yerusalem Ibu Kota IsraelHadis yang Menceritakan Tentang Palestina di Akhir Zaman1. Palestina jadi tempat terbaik sampai akhir zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata, Saya mendengar Rasulullah bersabda “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka maupun tidak mau mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” Malik bin Ya Khamir menyahut “Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa mereka berada di Syam.” Mu’awiyah berkata, “Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam.” HR. Bukhari Kitabul Manaqib no. 3369 dan Muslim dalam Kitabul Imarah no. 3548. 2. Palestina tempat hijrah di akhir zaman Di dalam hadis lain disebutkan, jika Palestina adalah tempat terbaik untuk hijrah di akhir zaman. Dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata Saya mendengar Rasulullah bersabda “Akan terjadi hijrah setelah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan menggiring mereka bersama para kera dan babi.” HR. Abu Daud. Silsilah Al-Ahadis Ash-Shahihah nomor 3202 3. Palestina tempat khilafah akhir zaman tegak Dalam hadis lain disebutkan, Rasulullah SAW menyebutkan jika Khilafah akhir zaman akan tegak di Palestina. Abdullah bin Hawalah Al-Azdi berkata, “Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi Al-Maqdis Baitul Maqdis, Palestina, maka pertanda telah dekat berbagai guncangan, kegundah-gulanaan, dan peristiwa-peristiwa besar. Bagi umat manusia, akhirnya lebih dekat dengan mereka dari sedekat telapak tangan ke kepalamu ini.” HR Abu Daud 4. Asqola, wilayah terbaik di Palestina Selain Baitul Maqdis dan serambinya, ada juga tempat terbaik lain di Palestina yaitu Asqolan meskipun Israel. Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Permulaan dari perkara Islam ini adalah kenabian dan rahmat. Kemudian tegaknya khilafah dan rahmat. Kemudian berdiri kerajaan dan rahmat. Kemudian berlaku pemerintahan kerajaan kecil-kecil dan rahmat. Kemudian orang- orang memperebutkan kekuatan seperti kuda-kuda yang berebut makanan. Maka pada saat seperti itu, hendaklah kalian berjihad. Sesungguhnya jihad yang paling utama adalah ribath, dan sebaik-baik ribath kalian adalah di Asqolan.” Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
JAKARTA— Banyak kesulitan yang terjadi pada umat Islam terutama di Palestina dan negara lain yang sedang berkonflik. Namun sebagai orang yang beriman, sebaiknya tidak perlu resah, karena sesuai janji Allah SWT, bahwa suatu hari nanti umat Islam akan sampai pada masa kemenangan. Janji Allah ini tertuang baik dalam firman Allah dan hadits, diantaranya, surah Muhammad ayat 7 sebagai berikut يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." Hari ini, kita melihat banyak kelompok, organisasi, negara, dan individu yang yakin dengan Allah baik dalam hidup serta dalam mencari rezeki. Keberkahan ini juga berdampak pada segala segi kehidupan umat Nya. Umat Islam harus semakin bersyukur karena kini semakin banyak yang mendapatkan posisi dalam aspek politik, media, ekonomi, dan pendidikan. Kemenangan Islam juga ada dalam firman Allah lainnya, terdapat pada surat Al-Anfal ayat 45-46 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan musuh, maka berteguh hatilah dan sebutlah nama Allah banyak-banyak berzikir dan berdoa agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” Kemenangan Islam pasti akan turun. Jika kita membandingkan apa yang terjadi di hari-hari ini dan apa yang terjadi selama masa jahiliyah di abad yang lalu, kita akan tahu bahwa kemenangan sudah dekat. Cukuplah dikatakan, musuh-musuh Islam di era modern tidak pernah menghadapi mujahidin seperti itu, dan tidak terpikir oleh mereka bahwa umat Islam akan bangun dengan cara ini, dan panji pertempuran di sebagian besar pasukan Arab dan Islam tidak jelas. Janji Allah atas kemenangan juga terdapat dalam Ar-Rum ayat 47 وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ “Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau Muhammad beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan yang cukup, lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” Sementara dalam surat Ghafir ayat 51, Allah SWT berfirman إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ “Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi hari Kiamat.” Umat haruslah yakin bahwa orang yang membela agama Allah akan mendapatkan pertolongan dan mendapatkan anugerah kemenangan atas usahanya. Ketika umat yakin dengan datangnya kemenangan meski banyak rintangan, maka Allah akan memenuhi permintaan mereka. Termasuk melawan musuh-musuh Islam di Palestina. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW لتقاتلن اليهود حتى يقول الشجر والحجر يا مسلم يا عبد الله، ورائي يهودي تعال فاقتله “Kiamat tidak terjadi hingga kaum muslimin memerangi Yahudi lalu kaum muslimin membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, batu atau pohon berkata, 'Hai Muslim, hai hamba Allah, ini orang Yahudi dibelakangku, kemarilah, bunuhlah dia, ' kecuali pohon gharqad, ia adalah pohon Yahudi'." HR Muslim. Sumber islamweb
Oleh Musthafa Luthfi* HARI NAKBAH bencana, itulah sebutan yang diberikan oleh warga Palestina sehubungan dengan berdirinya negara Israel pada bulan Mei 1948 oleh negara-negara besar imperialisme. Sejak saat itu, bencana bangsa Palestina tak kunjung usai hingga lebih dari 62 tahun masa nakbah itu berlangsung hingga saat ini. Setiap tanggal 14 Mei adalah hari yang tidak terlupakan bagi bangsa Palestina dan bangsa Arab pada umumnya. Karenanya setiap datang tanggal kelabu itu rakyat Palestina dan dunia Arab pada umumnya memperingatinya sebagai Hari Nakbah, di lain pihak Israel memperingatinya sebagai hari jadinya. Sebuah pemandangan yang sangat kontras. Di satu sisi negara pencaplok memperingati hari jadinya di atas tanah caplokannya, di sisi lain bangsa terjajah yang terbuang memperingati bencana yang menimpanya yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Pada awal-awalnya peringatan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat, bahkan sering menjadi inspirasi dunia Arab untuk merebut kembali wilayah Arab yang diduduki negeri Zionis itu dengan kekuatan senjata, sebagaimana semboyan yang sangat terkenal di tahun 1950-an; “sesuatu yang diambil dengan kekuatan militer maka harus dikembalikan dengan kekuatan militer pula.“ Paling tidak hari Nakbah telah menginspirasikan dua perang besar Arab-Israel pascaberdirinya negeri Yahudi itu pada 1948, yakni perang 1967 dan perang 1973. Sayang kedua perang tersebut tidak berbuah ni`mah lawan dari nakbah buat bangsa Palestina, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Nakbah demi nakbah menimpa, sehingga sebagian penulis Arab menyebut nakbah Palestina sebagai nakabaat bentuk jamak dari nakbah yang artinya nakbah demi nakbah bencana demi bencana menimpa. Kenyataannya memang demikian, setelah perang enam hari pada 1967 yang menyebabkan Israel berhasil memperluas pendudukannya di wilayah Arab dan Palestina, termasuk pendudukan kota Al-Quds, berlanjut dengan perang Ramadhan 1973 yang memupuskan kehebatan militer Israel yang pernah disebut sebagai kekuatan la yuqhar tak terkalahkan, tapi kenyataannya perang ini tidak membuat negeri Yahudi yang didukung kuat sekutu Baratnya, terutama AS, bergeming. Nakbah pun masih berlanjut. Yang terbesar adalah perang 1982 saat negeri zionis itu melakukan invasi ke Libanon dan berhasil meluluhlantahkan negeri mungil yang menampung ratusan ribu warga Palestina yang terusir dari tanah airnya. Dalam invasi itu diwarnai pembantaian sadis warga Palestina tak berdaya oleh pasukan Israel bersama pasukan Kristen Libanon yang menewaskan lebih dari 5 ribu warga Palestina tak berdosa di kamp Sabra dan Satila dengan aktor intelektualnya Ariel Sharon, mantan PM Israel yang sekarang masih dalam kondisi sekarat bagaikan mummi Fir`aun. Perang demi perang setelahnya telah menambah nakbah bagi bangsa negeri satu-satunya yang masih terjajah di muka bumi ini. Sebut saja misalnya perang musim panas tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel, lalu perang terakhir yang pantas disebut holocaust di Gaza pada akhir 2008 hingga awal 2009 yang menewaskan lebih dari 2 ribu warga Gaza plus embargo yang tak kunjung berakhir hingga saat ini. Karena itu pantasnya nakbah itu diperingati setiap hari karena tiada hari bagi bangsa Palestina kecuali nakbah yang tiada henti. Meskipun demikian, sangat penting untuk menjadikan momentum 14 Mei sebagai hari nakbah al-uula bencana awal pada 1948 sebagai hari untuk mengingatkan bangsa Arab dan umat Islam pada umumnya tentang kewajiban mereka untuk membela tanah Palestina warisan para Nabi, yang di dalamnya terdapat tempat suci dan kiblat pertama kaum Muslimin. Sayang hari nakbah tersebut makin terlupakan, terutama setelah persetujuan Oslo pada 13 September 1993 antara Organisasi Pembebasan Palestina PLO dengan Israel. Persetujuan itu akhirnya telah menjadi almarhum yang dikubur tak lama setelah persetujuan itu tercapai sehingga persetujuan ini pun membawa nakbah pula bagi bangsa Palestina terjajah. Dalam lima tahun belakangan ini, hari nakbah ini benar-benar asing bagi masyarakat Arab sendiri. Bahkan pada HUT Nakbah ke-62 pada 14 Mei lalu, hanya dihitung dengan jari media massa Arab yang menyiarkan hari kelabu itu kepada publik, termasuk siaran unjuk rasa yang tidak lagi besar di bumi Palestina memperingati hari bencana itu, padahal paling tidak ratusan TV satelit Arab yang dipancarkan di udara. Tersibukkan Kenyataan inilah yang memang diidam-idamkan negeri Zionis dengan harapan yang lebih besar dari itu, yakni isu Palestina tidak lagi dijadikan isu sentral dunia Arab dan Islam agar negeri Palestina yang diidamkan tidak pernah ada. Seandainya harus ada, maka negeri Palestina “merdeka” tersebut harus sesuai dengan muwashafaat spesifikasi negeri Yahudi itu. Hari Nakbah makin terlupakan bukan hal yang aneh lagi dewasa ini, karena setiap negara Arab dan Islam tersibukkan dengan urusan dan masalah masing-masing yang sengaja diciptakan negeri-negeri imperialis. Pada HUT Nakbah tahun ini paling tidak ada tiga isu penting di kawasan yang menjadi fokus perhatian publik setempat, bahkan publik dunia yang cukup untuk menghilangkan perhatian umum dari nakbah Palestina. Isu pertama adalah nuklir Iran yang menunjukkan perkembangan penting, setelah Iran setuju menukar uraniumnya di Turki. Iran, Brasil, dan Turki, pada 17 Mei lalu di Teheran menandatangani satu perjanjian pertukaran bahan bakar nuklir yang bertujuan untuk menghilangkan kecemasan internasional menyangkut program atomnya. Negeri Mullah itu setuju menukarkan kilogram uraniumnya yang diperkaya dalam kadar rendah dengan bahan bakar nuklir yang diperkaya dalam kadar tinggi untuk digunakan bagi satu reaktor riset medis, di mana pertukaran akan berlangsung di Turki. Langkah maju Iran tersebut ternyata disambut dingin Barat, bahkan AS mengajukan draft rancangan sanksi baru yang lebih berat lewat forum DK PBB. Bagi Iran sendiri tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kecurigaan semula tentang sikap dunia Barat yang tidak menginginkan negara berkembang menguasai teknologi nuklir terbukti sudah lewat respon dingin dan tekanan lewat embargo. Meskipun tetap akan berdampak atas ekonominya, paling tidak Iran bisa beralasan untuk menguasai teknologi nuklir lebih cepat tanpa harus khawatir pemantauan Badan Energi Atom Internasional IAEA nantinya karena berhak menolak inspeksi akibat embargo. Isu kedua adalah latihan perang-perangan Israel yang diasumsikan sebagai cara untuk menghadapi serangan roket Hizbullah dan Suriah, bahkan kemungkinan Iran pada perang mendatang. Sebagian melihat latihan yang dimulai 23 Mei selama lima hari sepanjang perbatasan dengan Libanon itu sebagai bentuk persiapan negeri Zionis tersebut untuk menginvasi lagi Libanon sebagai balas dendam atas “kekalahan” pada perang 2006. Di lain pihak Iran pun melakukan latihan yang sama yang dimulai pada 24 Mei selama tiga hari yang mengkhawatirkan bangsa-bangsa di kawasan seolah-olah dua negara saling menunjukkan otot. Sebelum dua latihan itu berlangsung, telah diawali dengan saling gertak antara kedua negara sehingga menjadi fokus perhatian umum di bulan nakbah Palestina tersebut. Isu ketiga adalah masalah air Sungai Nil yang menjadi sumber kehidupan bagi Mesir dan Sudan. Pasalnya pada 14 Mei lalu sebanyak 4 negara dari total 9 negara di kawasan Sungai Nil menandatangani persetujuan inisiatif untuk mengubah jatah pembagian air Nil selama ini yang 80 persen lebih diperuntukkan untuk dua negara utama kawasan, yakni Mesir dan Sudan. Keempat negara itu yakni Ethiopia, Rwanda, Tanzania, dan Uganda menandatangani persetujuan tersebut Di Entebbe, Uganda. Tiga negara lainnya yakni Burundi, Kenya, dan Republik Demokrasi Kongo berjanji akan menandatangani perjanjian itu tahun depan, sementara dua anggota utama Mesir dan Sudan menolak tegas karena akan mengurangi jatahnya yang telah ditetapkan sejak tahun 1929 dan ditinjau lagi pada tahun 1959. Mesir bahkan mengancam akan melakukan segala cara, termasuk militer, untuk mempertahankan jatahnya mengingat Sungai Nil ibarat roh bagi bangsa Mesir. Selama ini dari 84 milyar kubik aliran sungai itu setahun, sebanyak 55,5 milyar kubik jatah Mesir lalu, Sudan sebanyak 18,5 milyar sehingga kedua negara menyedot sekitar 87 persen, sedangkan sisanya dibagi oleh 7 negara lainnya. Menghadapi ancaman Mesir tersebut Presiden Kongo dan PM Kenya bertemu dengan Presiden Mubarak di Kairo pada 23 Mei untuk menenangkan Mesir bahwa penandatanganan persetujuan inisitif tersebut tidak bermaksud membahayakan Mesir. Sikap Kenya dan Kongo ini masih belum cukup karena tidak menutup kemungkinan intervensi luar, terutama Barat dan Israel, untuk mengobarkan perang air di kawasan tersebut. Perimbangan kekuatan Dengan makin kompleksnya isu yang dihadapi oleh setiap negara kawasan, maka sangat sulit bagi dunia Arab untuk lebih fokus pada penyelesaian isu Palestina dewasa ini sehingga konsesi demi konsesi yang diberikan Arab pada Israel justru direspon negeri Yahudi itu dengan makin meningkatkan pencaplokan dan pengusiran warga Arab dari tanah air mereka, terutama di kota Al-Quds yang sedang menghadapi yahudisasi besar-besaran. Kenyataan ini lebih disebabkan dengan kesenjangan perimbangan kekuatan militer di kawasan yang diakibatkan keunggulan Israel mutlak atas kekuatan militer Arab. Senjata konvensional Israel unggul mutlak atas seluruh negara Arab, ditambah lagi lebih dari 200 hulu ledak nuklir siap ditembakkan ke kota-kota utama di seluruh dunia Arab, menjadi unsur penekan atas dunia Arab dalam setiap perundingan tentang Palestina khususnya dan konflik Arab-Israel pada umumnya. Karena itu bukanlah sesuatu yang aneh bila solusi mengakhiri nakbah itu adalah senjata nuklir. Senjata nuklir Arab atau paling tidak penguasaan teknologi nuklir yang dapat menjurus kepada pembuatan senjata pemusnah massal itu adalah sebagai pembuka jalan menuju berakhirnya nakbah yang telah berlangsung lebih dari seabad tersebut. Sebenarnya banyak alasan bagi dunia Arab untuk mulai dengan tegas menolak denuklirisasi secara sepihak. Munculnya Iran sebagai kekuatan nuklir baru di kawasan setelah Israel, bisa menjadi alasan telak untuk segera melakukan hal yang sama karena tidak ada dalih bagi negara-negara besar yang menggunakan Badan IAEA untuk menekan Arab agar tetap mempertahankan perjanjian non-prolifirasi nuklir NPT. Bila kawasan Timur Tengah ingin dijadikan kawasan bebas senjata nuklir, maka semua negara harus masuk dalam perjanjian NPT seperti yang selalu didengungkan Turki akhir-akhir ini. Arab seharusnya segera bergabung dengan Turki untuk mengkampanyekan isu ini sehingga Israel tidak lagi secara terus menerus berada di luar jangkauan hukum internasional. Barat tidak akan mengubah kebijakannya yang menjadikan Israel selalu di luar jangkauan hukum selama tidak ada usaha dari dunia Arab secara kolektif dan negara-negara Islam di kawasan, terutama Iran dan Turki yang saling mendukung mengkampanyekan masalah tersebut, dibarengi ancaman untuk keluar dari NPT bila negeri Zionis itu tidak bergabung dalam perjanjian NPT tersebut. Paling tidak Mesir pernah mencoba mengancam keluar dari NPT pada 1995 yang mendapat dukungan kuat negara-negara OKI dan GNB dengan alasan Israel enggan bergabung. Sayang karena tidak dilakukan secara kolektif oleh dunia Arab atau negara kawasan sehingga nyali Mesir sebatas ancaman sebab tidak mampu menghadapi tekanan Barat sehingga ancaman dicabut kembali. Sekarang waktunya ancaman dilakukan secara kolektif agar bargaining position posisi tawar dunia Arab bertambah kuat menghadapi sikap keras kepala negeri Zionis yang makin gencar melakukan yahudisasi kota suci Al-Quds. Walaupun Arab misalnya hanya sebatas berusaha menyamai senjata konvensional Israel, tetap saja senjata nuklir menjadi unsur penekan yang mengkhawatirkan pihak yang tidak memilikinya. Sudah waktunya antara Arab dan Iran saling dukung menyangkut kebijakan Timur Tengah sebagai zona bebas senjata nuklir dengan mendesak dunia secara bersama-sama agar Israel masuk bergabung. Bila tidak, setiap negara kawasan berhak memiliki kemampuan yang sama atau paling tidak teknologi nuklir yang dapat menjadi unsur tarhib intimidasi timbal balik. Singkatnya, nakbah Palestina sulit berakhir dalam posisi status quo no peace no war saat ini sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa senjata dan teknologi nuklir Arab bisa menjadi pembuka jalan menuju berakhirnya nakbah. Pengalaman-pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa negeri Zionis itu hanya akan tunduk pada logika kekuatan, tanpa itu jangan berharap banyak bila nakbah akan segera berakhir. [Sana`a – Yemen, 10 Jumadil Akhir 1431/ Penulis adalah kolumnis kini sedang berdomisili di Yaman
Palestina memiliki sejarah pemerintahan yang sangat panjang. Dari segi sejarah Islam, Palestina merupakan negeri yang diberkahi Allah hingga menyandang julukan negeri Anbiya atau negeri para nabi. Inilah tapak tilas kisah nabi dari Palestina hingga makamnya yang ulasannya harus dibaca hingga tuntas. 1. Nabi Daud2. Nabi Sulaiman3. Nabi Yakub4. Nabi Yusuf5. Nabi Musa6. Nabi Ibrahim 1. Nabi Daud Nabi Daud memimpin Palestina selama 40 tahun dengan pembagian 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Al-Quds. Pada kala itu, Nabi Daud menjadi pemimpin Bani Israil di Palestina hingga mencapai masa kejayaan. Ia pula yang mengalahkan Raja Thalut. Pada masa pemerintahannya, ia berdakwah tauhid ke seluruh Palestina hingga memiliki julukan “Tanah yang Diberkati”. Ia juga menyampaikan pesan Zabur sehingga tercipta keadilan, kedamaian, kejujuran, dan kebijaksanaan. Al-Qur’an surat Shad ayat 18-20 menyebutkan bahwa gunung dan burung-burung ikut bertasbih saat Nabi Daud khusyuk membaca kitab Zabur dengan suara merdu. Nabi Daud meninggal pada tahun 963 SM dan dimakamkan di Bukit Zion, Yerusalem. Makamnya disebut sebagai al-Nabi Daud dan diklaim sebagai tempat suci bagi pemeluk Yahudi. baca juga KISAH-KISAH TELADAN NABI ULUL AZMI 2. Nabi Sulaiman Kisah nabi dari Palestina selanjutnya yaitu Nabi Sulaiman. Ia merupakan anak termuda dari Nabi Daud yang lahir di Yerusalem, Palestina. Allah memberikan mukjizat kepadanya berupa kemampuan berbicara dengan jin dan hewan-hewan. Ia dedikasikan kemampuan berkomunikasi dengan jin saat perbaikan Masjid Al-Aqsa. Selain itu, Nabi Sulaiman dapat memindahkan istana Ratu Balqis sebelum ia berkedip. Usai bapaknya tiada, Nabi Sulaiman memimpin Palestina selama 40 tahun. Bani Israil dan Palestina mengalami masa kemajuan dan kemakmuran di masa pemerintahannya, terutama dari segi infrastruktur. Hal ini disebabkan karena Nabi Daud maksimal dalam bekerja, sehingga Nabi Sulaiman tidak menemukan masalah politis. Kisah kejayaannya tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Naml ayat 17 dan 37, serta Al-Araf ayat 27. Selain Dome of Rock, makam Nabi Sulaiman menjadi salah satu hal yang fenomenal di kompleks Al-Aqsa. Menurut sejarah, makam tersebut merupakan tempat ia meninggal dunia sembari bersandar pada tongkatnya. 3. Nabi Yakub Nabi Yakub lahir di Palestina dan merupakan putra dari Nabi Ishaq. Israil merupakan nama lain dari Nabi Yakub. Sebagai utusan Allah SWT dari suku Bani Israil, ia menyebarkan pesan tauhid untuk rajin sedekah dan berdoa. Pada akhir hidupnya, ia dimakamkan di Hebron, Tepi Barat, di dalam Masjid Ibrahimi. 4. Nabi Yusuf Allah abadikan kisah Nabi Yusuf sebagai nabi yang lahir di Yerusalem dalam Al-Quran pada satu surat khusus. Keteguhannya dalam membuktikan fitnah kejam tertera di dalam Surat Yusuf. Ia juga merupakan putra kesayangan Nabi Yakub dan memiliki paras rupawan hingga membuat para saudaranya iri. Karena cemburu, saudara laki-laki Nabi Yusuf melemparkannya ke dalam sumur yang sekarang dikenal dengan sebutan Jubb Yussef. Sumur tersebut berlokasi di Galilee, sebuah daerah luas yang terkenal dengan danau air tawar terbesar di Palestina, sebelum administrasi wilayah diambil oleh Israel. Para saudaranya membuat alibi untuk Nabi Yakub bahwa ia terbunuh akibat diterkam serigala. Umumnya, anak kecil akan merasa takut saat terjebak di ruangan gelap, namun lain halnya dengan Yusuf. Ia merasa tenang mengingat cerita ayahnya bahwa pertolongan Allah akan datang. Lalu, Nabi Yusuf piawai dalam menafsirkan mimpi raja Mesir dengan prediksi panceklik panjang. Hal ini membuatnya dikenal sebagai sosok cerdas hingga menjabat posisi pemerintahan sebagai Raja Muda atau istilah lainnya perdana menteri. Ia disemayamkan tak jauh dari ayahnya di Masjid Ibrahimi, Hebron, Tepi Barat. 5. Nabi Musa Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memimpin Bani Israil demi membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Ia selamatkan mereka dengan mukjizat Allah berupa tongkat yang dapat membelah lautan saat pasukan Fir’aun mengejarnya. Lalu, Allah menjanjikan sebagian wilayah Palestina untuk Bani Israil agar tidak merasakan lagi kekejaman Fir’aun. Akan tetapi, Bani Israil ingkar janji dengan menginginkan seluruh wilayah Palestina menjadi milik mereka. Jika tidak, maka mereka enggan pindah ke sana. Pada akhir hayatnya, makam Nabi Musa berlokasi di Selatan Jericho, Tepi Barat Palestina. 6. Nabi Ibrahim Nabi Ibrahim dikenal sebagai Bapak dari para Nabi yang kisahnya kental dengan peristiwa Idul Adha. Kemudian, kecerdasan dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat Nabi Ibrahim mendalami tauhid untuk mengajak dirinya dan orang lain menyembah Allah dengan keimanan kuat. Kepintarannya dalam membuktikan kuasa Allah membuat Raja Namrud geram, maka dari itu ia membakar Nabi Ibrahim. Raja Namrud dan para pengikutnya tertawa saat melihat aksi pembakaran tersebut dan merasa sangat puas. Tiba-tiba, kobaran api padam dan mereka terkejut melihat Nabi Ibrahim AS keluar dari puing-puing pembakaran dalam keadaan selamat. Semenjak itu, pengikut Raja Namrud berbondong-bondong menjadi umat Nabi Ibrahim AS untuk mentaati Allah SWT. Nabi Ibrahim disemayamkan di Masjid Al-Khalil, Kota Hebron, Tepi Barat Palestina. Hebron terkenal dengan sebutan Kota Tiga Nabi karena makam Ibrahim, Ishak, dan Yakub berada di sana. Itulah tapak tilas 6 kisah nabi yang berasal dari Palestina sebagai bukti bahwa Palestina negara nyata yang hidup berdampingan dengan kedamaian. 54 tahun Palestina mengalami pendudukan militer dan 73 tahun pembersihan etnis, tentunya Palestina tidak akan berdiri sendiri. Satu postingan dapat mengubah kondisi, satu donasi pemantik mimpi untuk bertahan hidup. Kuatkan harapan untuk Palestina sekarang juga dengan sedekah kemanusiaan di sini. Dampingi mereka dengan doa dan bantuan kita.
sabda nabi tentang palestina